Copywriting – Cara Menjual Melalui Tulisan

Copywriting – Cara Menjual Melalui Tulisan

Sebelumnya, apakah ada diantara kalian yang baru pertama kali mendengar istilah copywriting? Kalau belum tahu, akan saya jelaskan secara singkat ya. Copywriting adalah salah satu teknik untuk menulis dengan tujuan untuk kepentingan periklanan / pemasaran. Sederhananya adalah bagaimana kita bisa membuat calon pelanggan yang membaca tulisan kita, jadi lebih tertarik (‘penasaran’) terhadap apa yang kita ulas.

 

Copywriting

Hal ini menjadi sangat penting untuk sekarang ini karena sekarang sudah jamannya era digital (hampir semua lini bisnis sekarang sudah online). Sehingga apabila pekerjaan Anda berkaitan dengan dunia online, akan sangat bermanfaat jika Anda bisa menerapkan teknik copywriting ini. Sebagai contoh, saya memiliki usaha toko online dibidang Audio, maka setiap informasi produk akan saya jabarkan secara detail dan targetnya adalah membuat orang penasaran dengan produk audio yang saya jual ini. Contoh lainnya juga adalah saat kita mengirimkan email newsletter kepada setiap pelanggan kita, maka kita harus membuat ‘kalian’ di email tersebut jadi lebih personal, tetapi tetap profesional. Semuanya itu dapat diatur dari penataan kata yang ada di email newsletter kita. Oke, sejauh ini sudah ada gambaran tentang Copywriting kan? Nah, saya akan ulas juga beberapa hal yang penting yang perlu Anda ketahui dalam copywriting.

 

Lakukan Penelitian

Biasanya orang menulis tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu tentang topik apa yang ingin diulasnya. Menulis dan meneliti, bisa dilakukan secara berdampingan. Karena jika kita melakukan penelitian, maka biasanya kita akan menemukan hal-hal baru yang positif (entah secara penggunaan kata/diksi, hal lainnya yang menarik dari topik, pertanyaan yang sering ditanyakan dari topik atau lain-lainnya). Hal ini terdengar sedikit susah ya? Tetapi kalau Anda sudah mempraktekannya, maka hal ini bisa jadi bagian favorit dari kegiatan menulis Anda.

 

Headline

Headline biasanya mengandung 90% dari tulisan yang Anda buat. Jadi tugas dari headline adalah untuk menarik orang agar membaca baris berikutnya. Jika headline yang ditulis tidak kuat, maka resiko untuk pembaca meninggalkan tulisan anda jadi lebih besar, karena ini merupakan satu-satunya jalur agar baris berikutnya dapat dibaca. Contoh penulisan headline yang masih sering digunakan di sekarang adalah dengan menggunakan tambahan angka. Sebagai contoh, lebih menarik manakah antara “5 Cara Hidup Sukses” atau “Cara Hidup Sukses”? Secara sekilas, akan lebih menarik yang “5 Cara Hidup Sukses” karena secara tidak langsung menawarkan kejelasan dari topik yang Anda buat.

 

Lead

Lead merupakah kalimat atau paragraf pertama yang memiliki tujuan untuk menggiring pembaca agar mengikuti tulisan yang kita buat. Biasanya di paragraf ini, kita bisa menggunakan beberapa cara untuk tetap menarik perhatian pembaca. Anda bisa menggunakan beberapa teknik dibawah ini untuk melakukan lead, seperti :

  1. Membuka dengan empati sehingga menimbulkan efek pembaca berada bersama dengan kita.
  2. Ciptakan rasa penasaran. Buat rasa ketengangan itu ada di pembaca dengan menonjolkan beberapa konflik / petunjuk, lalu berikan solusi di inti tulisan Anda (content).
  3. Perkuat sebuah masalah dengan mengangkat sebuah masalah itu ke bagian lead.
  4. Buat janji. Ini adalah cara yang membuat Anda jujur, tetapi efektif untuk perkenalan. Sampaikan kepada para pembaca apa yang bisa didapat, sebagai pengantar janji.

 

Content

Content adalah inti utama dari apa yang ingin Anda utarakan. Ada beberapa format style penulisan di content yang dapat Anda gunakan. Biasanya sering digunakan untuk menjual/menawarkan sesuatu, seperti :

  1. Soroti kemudahan. Orang yang membaca tulisan Anda biasanya akan mencari jalan cepat dan mudah untuk dapat menyelesaikan permasalahan mereka. Jadi Anda harus bisa menyajikan konten dengan menawarkan kemudahan ke pembaca.
  2. Menjawab pertanyaan. Anda bisa menuliskan hal-hal relevan yang membuat perbedaan untuk pembaca Anda. Anda bisa menjawab perkiraan pertanyaan apa saja yang muncul dari sekitaran topik yang Anda bahas.
  3. Jangan berasumsi pembaca mengerti yang Anda ketahui. Jalan pikiran orang pasti berbeda, ketika menyampaikan sesuatu yang Anda sudah tahu, sampaikan juga kepada para pembaca dengan cara menjelaskannya.
  4. Beri alasan untuk merespon sekarang. Hal ini berkaitan dengan konversi. Pasti cukup susah untuk mengubah sistem kepercayaan pembaca, kepada apa yang kita percayai. Tantangnya adalah membuat mereka percaya bahwa mereka harus bertidak sekarang.
  5. Tawarkan ke ekslusifan. Ketika Anda menawarkan sesuatu yang terbatas dan ekslusif, apa yang Anda tawarkan menjadi lebih bernilai, otomatis tawaran Anda akan lebih diinginkan oleh pembaca.

 

Conclusion

Nah, disini setelah lead dan content, maka Anda tinggal menggiring pembaca untuk melakukan sesuatu. Misalnya :

  1. Call to action. Arahkan pembaca secara jelas dan spesifik tentang apa yang harus dia lakukan setelah ini. Call to action bisa bermacam-macam, misalnya berikan link promo tawaran Anda.
  2. Berikan action value. Terangkan kembali secara tegas, tentang tindakan apa akan dilakukan pembaca akan menghasilkan apa (seperti model action dan reward). Action value contohnya adalah tombol submit / klik.
  3. Mengecilkan. Jika Anda meminta hal yang kecil, Anda akan mendapatkan lebih banyak. Cobalah untuk membuat apa yang diajukan terasa kecil, sehingga orang dengan senang hati melakukan action.
  4. Mengusulkan solusi yang populer. Ketika Anda menyediakan “barang-barang yang paling populer,” maka banyak orang akan memilihnya.

Nah, sampai disini pasti Anda sudah bisa menjawab pertanyaan ini. “Bagaimana cara menata kalimat untuk produk jualan anda?” atau “Bagaimana cara saya membuat content marketing yang menarik untuk email marketing?”. Ya, semuanya itu mudah. Kita hanya perlu mempraktikannya saja, karena seorang copywriting profesional pun tetap menguji tulisannya. So, keep learning by doing guys!

Benny Santoso

Full Stack Developer and Co-Founder in RECTmedia and also owner of Imperial-Audio.com, currently living in Semarang, Indonesia. Thanks for stopping by!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *