1000 Startup Digital

1000 Startup Digital – Ignition 1 Semarang

Hi, perkenalkan nama saya Benny Santoso dari Semarang. Saat ini saya sedang mengikuti kegiatan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Eh wait, stop!. Apa sih itu Gerakan Nasional 1000 Startup Digital?

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Nah, sudah cukup jelas kan. Di artikel ini saya ingin meng-share lebih lanjut, tentang apa yang saya dapatkan di tahapan Ignition 1 yang diadakan di kota Semarang ini.

  1. Saat di sesi “Entrepreneurial Mindset” yang dibawakan oleh Bung Yansen Kamto, beliau mengajarkan tentang bagaimana pemikiran seorang entreprenur itu, bagaimana seorang entrepreneur dalam mengelola ide, ketika dihadapkan dengan permasalahan, dan banyak hal lagi yang menyangkut tentang kehidupan seorang entrepreneur. Nah, ada hal paling saya ingat dengan jelas ketika Bung Yansen bercerita, yaitu tentang bagaimana kita mengola POTENSI untuk menjadi sebuah AKSI, karena apabila kita hanya berbicara terus tentang potensi tanpa ada aksi, maka lama-kelamaan bisa menjadi “IMPOTENSI”. Waa, bener juga tuh, karena problem kebanyakan entreprenur hanya berkutat dengan ide dengan minim gerakan untuk segera merealisasikannya. So, sekarang kalian sebagai entrepreneur sudah tahu kan harus melakukan apa saat ini? Action action action.!
  2. Saat di sesi “Social Impact + Disruptive Information” yang di bawakan oleh Kak Alamanda Shantika, beliau bercerita tentang bagaimana ide memfasilitasi para ojek, dari yang tidak pernah dipikirkan orang-orang hingga sekarang menjadi startup unicorn-nya dari Indonesia, yaitu Gojek. Lalu bercerita juga tentang nilai tambah yang dibangun oleh Gojek, yaitu tentang bagaimana Gojek dapat membantu puluhan ribu driver. Karena Gojek sadar banyak driver yang menggantungkan kehidupannya di Gojek, maka Gojekpun juga terus berinovasi. Dari yang hanya menyediakan layanan antar ojek melalui telepon, lalu mulai menggunakan aplikasi untuk order, hingga kini ada banyak layanan yang dapat ditawarkan untuk dapat meningkatkan tarah hidup para driver Gojek.
  3. Saat di sesi “Think Like a Founder” yang salah satu narasumbernya adalah Kak Leonika Sari. Reblood hadir karena ada permasalahan tentang kurangnya kantong-kantong darah di PMI untuk membantu orang yang membutuhkan darah. Awalnya Reblood ini dibuat oleh Kak Leonika beserta beberapa temannya, tetapi pada akirnya teman-temanya tersebut lebih memilih berhenti dari startup ini karena alasannya masing-masing. Sempat Reblood berjalan hanya dengan Kak Leonika seorang, tetapi hal ini tak mematahkan semangat Kak Leonika untuk mencapai keinginannya, yaitu dapat membantu orang lain yang salah satu caranya dengan membantu PMI mengumpulkan darah melalui pemanfaatan teknologi digital. Dari sini kita bisa belajar tentang startup itu lahir untuk menjawab permasalahan yang ada dan bagaimana masa up & down kehidupan startup yang harus selalu dilewati (harus persistent).
  4. Saat di sesi “Bold, Bright, and Brave: Stories of Building Dreams” dan “Collaborate to Create Innovation“, saya belajar bagaimana kita dapat merealisasikan mimpi-mimpi kita, bagaimana kita tetap struggle dengan startup kita, berinovasi dengan setiap kreatifitas yang kita miliki. Lalu juga belajar tentang bagaimana kita berkolaborasi dengan pihak-pihak lain untuk dapat semakin memajukan startup kita.

Sekian share saya tentang Ignition 1 dari acara 1000 Startup Digital Semarang.

Salam,
#1000StartupDigital

 

Benny Santoso

Full Stack Developer and Co-Founder in RECTmedia and also owner of Imperial-Audio.com, currently living in Semarang, Indonesia. Thanks for stopping by!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *